GAMDI

GAMDI dibentuk untuk menghadirkan representasi independen dan kredibel bagi pengelola dapur MBG. Asosiasi ini berperan dalam meningkatkan kepercayaan publik melalui penyajian data yang akurat, transparan, dan bertanggung jawab.

Visi Misi

GAMDI dibentuk untuk menghadirkan representasi independen dan kredibel bagi pengelola dapur MBG. Asosiasi ini berperan dalam meningkatkan kepercayaan publik melalui penyajian data yang akurat, transparan, dan bertanggung jawab.

Visi

Visi Menjadi wadah nasional yang profesional dan independen dalam pengelolaan dapur makan bergizi gratis, mempromosikan transparansi, akurasi data, dan akuntabilitas sebagai dasar untuk membangun kepercayaan publik dan mendukung tercapainya ketahanan pangan, kesehatan dan gizi masyarakat secara berkesinambungan. Visi dan anggota organisasi berkembang ke arah kolaborasi luas”

Misi

  • Menyajikan fakta dan data yang objektif dan independen terkait penyelenggaraan dapur MBG sebagai referensi utama bagi media dan masyarakat.
  • Membangun komunikasi yang efektif dan terbuka antar pemangku kepentingan guna meluruskan persepsi publik dan menangkal disinformasi.
  • Mengoptimalkan peran asosiasi sebagai mitra pemerintah dlm pengelolaan program MBG yg terpercaya.

Rencana Kerja

Sasaran

  • Terbentuknya asosiasi pengelola dapur MBG yang beranggotakan yayasan pengelola nasional dalam waktu 3 bulan.
  • Membangun kredibilitas sebagai sumber data dan fakta independen yang diakui pemerintah, media, dan masyarakat dalam 6 bulan.
  • Meningkatkan koordinasi dan sinergi dengan BGN, Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan, BPOM, RSUD, Puskesmas dalam pengawasan higiene, gizi, dan penanganan keracunan dalam 12 bulan.
  • Memperkuat komunikasi dan publikasi berbasis data lapangan untuk melawan hoax, framing negatif, dan opini keliru secara berkelanjutan.

Ukuran Keberhasilan

  • Jumlah anggota asosiasi yang aktif dan representatif yayasan pengelola dapur MBG nasional.
  • Jumlah kolaborasi dengan lembaga pemerintah dan media secara resmi.
  • Tingkat kepercayaan publik terukur melalui survei dan penurunan isu negatif di media.
  • Jumlah laporan lapangan dan publikasi fakta yang diterbitkan secara rutin.
  • Jumlah pelatihan dan sertifikasi yang berhasil diselenggarakan dan diikuti.

Kredo Gamdi

Membangun Kepercayaan, Menyajikan Kebaikan

Berita